Rapat Pembentukan “Lembaga Adat” Desa Lutha Rato

dscn2436-small
Rapat Pembentukan Lembaga Adat

(Lutha Rato Broadband) Desa Lutha Rato adalah bagian wilayah kenaian (Kerajaan) dari kenaian Loona (sekarang Loonuna) sebelum pemekar desa yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten belu, sampai sekarang desa Lutha Rato secara hukum menjadi desa yang berdiri sendiri seperti desa-desa lain yang berada di wilayah Republik Indonesia dan masih dipimpin oleh kenaian loona, tidak terlepas dari semuanya wilayah desa Lutha Rato mempunyai 34 suku dan masing-masing suku harus bertanggungjawab kepada nai loonuna sebagai nainya (Raja). Rapat pembetukan Lembaga Adat desa lutha Rato ini difasilitasi  oleh nai loona (Agustinus Mali Mor) serta diikuti oleh Pamong Adat, 14 ketua suku, tua-tua adat, kepala dusun, makleat (Penjaga Tanaman) serta masyarakat, kegiatan pembentukan “Lembaga Adat” ini berlangsung pada hari selasa,13 oktober 2016 pukul 08.00-16.00 Witeng. Dengan Agenda kegiatan tupoksi lembaga adat dan pemberkatan dengan istilah dalam bahasa daerah (Bunaq)” Ka’bah Hasae” oleh nai adat Loona.

Dalam acara tersebut Nai adat Loona (Agustinus Mali Mor) mengatakan tugas dan fungsi masing-masing lembaga adat yang sudah terbentuk harus dijalankan sesuai kebutuhan yang ada di desa Lutha Rato serta sebagai anggota dari lembaga adat harus mematuhi peraturan yang di keluarkan oleh lembaga ada tersebut tidak terkecuali tandasnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Lutha Rato (Agustinus Lambertus Bere) mengingatkan kepada orang-orang yang terpilih saat pembetukan Lembaga adat ini berharap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing karena tugas  dan tanggungjawab berada dipundakmu. Apabila terjadi hal-hal yang menyangkut masalah di dusun lembaga adat yang terpilih harus menyelesaikan dengan baik dan bijaksana setelah itu baru dilaporkan kepada Nai (Raja) Loona tandasnya. ///Alfons Karaen//

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan