Masyarakat Mengikuti “Workshop Tata Kelola Sistem Infomasi Desa” di Aula Kantor Desa

dscn3051-small
Masyarakat Mengikuti Workshop Tata Kelola Sistem Infomasi Desa

Lutha Rato Broadband

Dalam Rangka penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Lutha Rato maka Diadakan Workshop Tata Kelola Sistem Informasi Desa Broadband yang diprakarsai Oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Melalui Institut Of Leadership Development ILEAD University Indonesia (ILeaD UI) Bekerjasama Dengan Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa Dan Kawasan (BP2DK) Kegiatan ini berlangsung di  50 Lokasi Desa Broadband Terpadu di seluruh Indonesia. Desa Lutharato Sebagai Salah Satu  dari 50 Desa  Broadband Terpadu  Melaksanakan Kegiatan ini pada Hari  Jumat, 25 Desember 2016 bertempat di Kantor Desa Lutharato.  Suri Lebo Eduardus sebagai Perwakilan dari Pendamping BP2DK Menyampaikan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan Arti dan Fungsi Internet kepada warga, Selain itu juga untuk memperkuat kapasitas Pandu Desa dalam Pengelolaan Sistem Informasi Desa dan Kawasan Berupa Website Desa. Suri Juga  menekankan internet yang sudah sejak 2016 harus dipergunakan sebagai media yang sangat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat yang membutuhkan informasi baik yang ada di negara kita maupun diluar negeri.  Tujuan dari internet ini agar bisa bersaing dengan orang diluar dan kita yang ada yang didesa tidak boleh kalah dengan orang yang ada di kota-kota besar sebab kita sudah punya Jaringan internet yang Berkapasitas 2 mbps .

Dalam Acara tersebut Kepala Desa lutharato (Agustinus Lambertus Bere) menekankan kepada warganya agar Perangkat internet desa broadband terpadu yang sudah ada didesa lamanya setahun harus dipergunakan dan bagi aparat desa yang tidak tahu mengakses internet harus diberhentikan serta bagi BPD yang tidak tahu mengakses internet juga diberhentikan dan digantikan oleh anak-anak yang berijazah SMA tandasnya.  Pusat Inovasi Masyarakat (PUSIMAS) yang sudah terbentuk dan sekarang kita harus membentuk suatu kelompok yang harus terbentuk hari ini, serta disepakati bersama  oleh Peserta Workshop yaitu kelompok Ternak Sapi (Paronisasi) terpadu dan disepakati setiap dusun akan menentukan salah satu lokasi dimana dibangun satu kandang sebagai satu tempat peternakan yang harus diawasi oleh setiap anggota kelompok serta akan dipublikasikan oleh pandu desa ke website yang sudah ada.// Alfons Karaen///

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan