PROGRAM GENERASI SEHAT DAN CERDAS (GSC) MELAKUKAN SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN BALAI RAKYAT DI DESA LUTHA RATO

20170224_121931[1]
MASYARAKAT MENGIKUTI SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN BALAI RAKYAT
LUTHA RATO. DESA.ID.

//24/02/2017///Hari ini Jumat, Program Generasi Sehat dan Cerdas Melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Balai Rakyat dan kegiatan ini dihadiri oleh Pihak Gsc dari propinsi, FK GSc, Sekertaris BKAD, Sekertaris Desa, Pendamping Lokal Desa, Pelaku GSc serta Masyarakat utusan dari tiap-tiap dusun. Dalam Acara Pembukaaan yang dibawakan oleh Bapak Sekertaris Desa Lutha Rato (Antonius Mau Loko) Mengatakan : ” Masyarakat diharapkan untuk mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh karena kegiatan Pengembanagan Balai Rakyat ini merupakan tempat bertanya bagi masyarakat dalam berbagai bidang diantaranya Pemabangunan, Pemberdayaan serta masalah sosial yang perlu diselesaikan di Balai Rakyat ini. oleh karena itu setelah selesai kegiatan sosialisasi selanjutnya akan diadakan Pembentukan Badan Pengurus Balai Rakyat, dan dalam pemilihan nanti bagi mereka yang terpilih diharapkan untuk bekerja bersama Pemerintah Desa dalam menyelesaikan baik masalah Pembangunan, Pemberdayaan serta masalah sosial khusunya dalam bidang kesehatan dan Pendidikan (PAUD), Tandasnya…

Lebih lanjut Pak Joko Saola Mengatakan : ” “Pengembangan Balai Rakyat di lokasi Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) pada tahun 2016-2017 merupakan langkah strategis dalam mendukung program prioritas pembangunan dan pemberdayaan desa sebagai upaya optimalisasi akses dan kualitas pelayanan dasar untuk mendorong keberlanjutan program di tingkat pemerintah daerah dan masyarakat”, dalam kunjungannya saat memberikan arahan dalam Acara Sosialisasi dan Pembentukan Badan Pengurus Balai Rakyat di Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Propinsi NTT (24/02/2017).

Baginya “Balai Rakyat adalah pusat informasi dan pengetahuan. Ume Naek (Rumah Besar) menurut bahasa Daan atau Uma Nain (Rumah Adat) dalam Bahasa Belu. Rumah besar yang dimaksud karena Balai Rakyat menjaring beberapa hal yaitu Rumah Desa Sehat, Rumah Belajar, Rumah Keirausahaan, Rumah Karya Desa, Rumah informasi Desa.  Pengembangan pusat informasi desa/balai rakyat merupakan kebijakan strategis dalam rangka mengurangi jumlah desa tertinggal sampai 5.000 desa dan meningkatkan jumlah desa mandiri sedikitnya 2.000 desa yang berpijak pada 3 pilar Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, yaitu (i) Jaring Komunitas Wiradesa, (ii) Lumbung Ekonomi Desa, dan (iii) Lingkar Budaya Desa”, Tegas Pak Joko yang dikenal sebagai Spesialist Training pada Program GSC Propinsi NTT.

“Balai Rakyat sebagai pusat informasi desa dipahami sebagai pusat pengetahuan masyarakat desa yang menjadi ruang pembelajaran bersama dan manajemen pengetahuan dalam mendukung gerak laju pembangunan desa, memperkuat potensi desa, membangun masyarakat aktif (active citizenship) dalam kebijakan pembangunan di Desa. Melalui Balai Rakyat, masyarakat desa diharapkan dapat mendukung pemerintahan desa dalam berekspresi dan berpartisipasi baik secara sosial, ekonomi, budaya dan politik dalam membangun dan meningkatkan kemandirian desa.

“Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan kualitas layanan sosial dasar dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat desa”, Demikian PaK’ Spesialist Joko, Saolo “bahwa GSC diarahkan untuk mendukung target Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di 15.000 Desa Prioritas, serta penajaman fokus dan lokus program terhadap target kemandirian desa. Saat ini pelaksanaan GSC meliputi 5.753 desa di 499 kecamatan dan 66 kabupaten pada 11 provinsi. Dalam penyelenggaraannya GSC mengedepankan pendekatan pembangunan berbasis hak yang tetap konsisten dalam implementasi UU Desa khususnya dalam mengedepankan desa sebagai sebuah entitas yang memiliki kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa menuju kemandirian desa sebagai landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Untuk itu, hari ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya implementasi pengentasan kemiskinan di Desa Lutharato melalui prioritas usulan kegiatan dengan turut mempertimbangkan status Indeks Desa Membangun (IDM) Desa Lutharato.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan