DINAS KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI MENGADAKAN RAPAT KOORDINASI APARAT DESA DAN MASYARAKAT TENTANG RENCANA TEKNIS SATUAN PEMUKIMAN (RTSP) DAN RENCANA TEKNIS JALAN (RTJ) DI AULA KANTOR DESA LUTHA RATO

DSCN3518 (Small)
Kepala Desa Membawakan Sambutan

 SIDEKA.desa.id. Lutha Rato, Pada Hari ini, Jumat,03 Maret 2017 Pukul 10.00 Wita s/d Selesai di Aula Kantor Desa Lutha Rato di Adakan Rapat Koordinasi Aparat Desa Dan Masyarakat Tentang Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) dan Rencana Teknis Jalan (RTJ) di Dusun Tiris Oan Desa Lutha Rato. Kegiatan ini Dihadir Oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pembangunan Pengendalian Kawasan Transmigrasi (Bpk. Kanisius Dwiwa, SE, Serta Rombongan Dari Dinas Pekerjaan Umum), Sekertearis Camat Lamaknen Selatan (Yustinus Loko Bau, SE), Kepala Seksi Sosial (Marius Mau Bele, SE),Kepala Desa Lutha Rato (Agustinus Lambertus Bere), Ketua BPD (Robertus R. Huler) Beserta Anggota, Para Kepala Dusun,Tokoh Adat,Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Rt/Rw Serta Masyarakat Utusan Se-Desa Lutha Rato. Dalam Acara Pembukaan Kepala Desa (Agustinus Lambertus Bere) Dalam Sambutannya Mengatakan : “Diharapkan Untuk Para Ketua Suku dan Masyarakat Yang Memiliki Tanah Di Kawasan Akan Dibangun Rumah Transmigrasi Lokal Agar Melepaskan Hak Kepemilikan Tanah Secara Sukarela Karena Rumah Transmigrasi Lokal Tersebut Akan Ditempati Oleh Anak dan Cucu Kita untuk Melangsung Kehidupan dan Mencari Usaha yang Sesuai dengan Pekerjaan Mereka. Lebih Lanjut Agus Mengatakan Apabila Mereka Yang Diberikan Undangan Hari Ini Tidak Hadir Dan Besok-Besok Mereka Tersebut Membuat Masalah Tentang Hak Kepemilikan Tanah Dan Seharusnya Mereka Berurusan Dengan Pihak Kepolisian. Oleh Karena Itu Ketua Suku Harus Memberitahukan Kepada Anggotanya Supaya Melepaskan Status Tanah Secara Sukarela, Tandasnya.

Lebih Lanjut Sekertaris Camat Lamaknen Selatan (Yustinus Loko Bau, SE,) Dalam Sambutannya Mengatakan : ” Masyarakat Diharapkan Harus Menyediakan Lokasi dan Lahan Untuk Dibangun Rumah Bantuan Dari Pusat Yaitu Rumah Transmigrasi Lokal dan Persyaratan Untuk Menjadi Anggota Penerima Rumah Transmigrasi Lokal ini Adalah Benar-Benar Keluarga Yang Bergabung Dengan Orang Tua Serta Mempunyai Tanah diwilayah Transmigrasi Lokal Tersebut. Oleh Karena Itu Untuk Tanah Suku Yang Berada Diwilayah Tersebut Harus Ada Persetujuan Dari Ketua Suku dan Anggotanya Kalau Untuk Menjadi Sah dan Tidak Ada Persoalan Nantinya”, Tandasnya. Selanjutnya Atas Nama Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Belu yang diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pembangunan Pengendalian Kawasan Transmigrasi (Bpk Kanisius Dwiwa, SE) Mengatakan : “Sesuai Survey Yang Sudah Dilakukan Pada Waktu Yang Lalu Tanah yang dijadikan Wilayah Pembangunan Rumah Transmigrasi Lokal Adalah Benar-Benar Tidak Bermasalah dan Harus Clear Dari Status Kepemilikan Tanah Serta Penyerahannya Karena Rumah Transmigrasi Lokal Tersebut Sangat Bermanfaat Bagi Masyarakat. Pembangunan Rumah Transmigrasi Lokal Ini Adalah Rumah Semi Permanen (Seluruh Tembok) Serta dilengkapi dengan Fasilitas yang Lengkap (Jalan, Listrik, Wc, Air, dan Kamar Mandi) Serta Tiap Bulan Masyarakat diberikan Sembako oleh Pemerintah Dalam Setahun, Tandas Kanis. Lebih Lanjut Kanis Mengatakan: “Persyaratan Untuk Menjadi Kepala Keluarga Penerima atau Yang Menempati Rumah Bantuan Transmigrasi Lokal ini Adalah Benar-benar Warga Desa dan Keluarga Yang Masih Bergabung Dengan Orang Tua.

DSCN3528 (Small)
Acara Penandatangan Surat Penyerahan dan Dukungan Status Kepemilikan Tanah

Dalam Acara Ini Juga Diadakan Penandatanganan Surat Dukungan Penyerahan Tanah Oleh Para Kepala Dusun, Anggota BPD, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dari Tiap-tiap dusun Se-Desa Lutha Rato///Alfons Karaen///

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan