Kemendikbud Buka Kegiatan SENIMAN MENGAJAR 2017 di Desa Duarato

Foto: Alfons/Ibu Dewi Risa Utusan Direktorat Kesenian

Kementerian Pendidikan Melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Hari Ini Sabtu 13/05/2017 Bertempat di Aula Kantor Desa Duarato Menjalankan Kegiatan “Seniman Mengajar” Untuk Tahun 2017. Kegiatan “Seniman Mengajar” Adalah Program Berupa Kegiatan Seniman Yang Mengajar Berbagai Bidang Kesenian Antara lain: Seni Musik, Seni Teater, Seni Rupa, Seni Tari Serta Seni Media Kepada Masyarakat, Komunitas, atau Sanggar, di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Foto: Alfons/Kegiatan Seniman Mengajar di Desa Duarato Kecamatan Lamaknen

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh utusan Direktorat Kesenian (ibu Dewi Risa) para Pengajar seniman (Krisna Murti, dkk), Perwakilan BP2DK NTT (Alfons Karaen), para Pandu Desa Broadband, Kepala Desa Duarato, Koordinator Utama (Edu Suri) Masyarakat Kelompok seni dari desa- desa di Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan, dan satu kelompok seni dari Desa Tohe Leten Kecamata Raihat.

Foto: Alfons/Pembukaan Kegiatan Seniman Mengajar di Desa Duarato

Program “Seniman Mengajar” bertujuan mendorong para seniman berbagi ilmu dan pengalamannya kepada masyarakat di daerah 3T. Dengan harapan bahwa masyarakat di daerah 3T bisa lebih terbuka wawasannya tentang kebudayaan Indonesia. Selain itu, masyarakat juga dapat menjalin kerja sama dengan seniman sehingga dapat meningkatkan kualitas ekspresi seni dan penguatan identitas budaya di daerah 3T. Pada akhir masa belajar, para seniman dapat mempresentasikan apa yang telah dikerjakannya di daerah pelaksanaan kegiatannya masing-masing.
Sebagai pilot project pada kegiatan Gelombang pertama di bulan Mei pelaksanaan “Seniman Mengajar” bertempat di tiga daerah 3T, yaitu Natuna (Kepulauan Riau), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), dan Kabupaten Belu (Nusa Tenggara Timur). Kegiatan yang sedianya akan berlangsung selama 18 hari kerja kedepan, dengan pola pengembangan residensi. Di akhir kegiatan, seniman menyerahkan Piagam Penghargaan dan laporan tertulis atau berupa video hasil kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan seniman.
Adapun prinsip-prinsip dari kegiatan ini sendiri ialah partisipatif, dialogis, dan transformasi. Sementara untuk kegiatan Gelombang kedua “Seniman Mengajar” akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 mendatang. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi seniman untuk berbagi ilmu dan keahlian dengan seniman lokal yang mewakili sanggar atau komunitas. (Adm-Alfons Karaen)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan