DESA BERJEJARING INDONESIA KUAT

Desa Berjejaring Indonesi Kuat, Penyuluh Terpilih dan Tim Studi
Desa Berjejaring Indonesia Kuat, Penyuluh Terpilih DBT 2017

Kupang-NTT, Lutharato.desa.id. Desa Berjejaring, Indonesia Kuat! Demikian tema kegiatan yang diusung oleh Tim Studi PSP3-LPPM IPB dalam menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Desa Broadband Terpadu (DBT) di Kupang selama 5 hari. Kegiatan ini dimulai dari hari Kamis 2 November hingga Senin 6 November 2017. Sebanyak 20 Penyuluh Terpilih yang berasal dari 20 desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul untuk mendapatkan pelatihan mengenai Platform Sistem Tata Kelola Desa dan Pemetaan Spasial Kawasan Desa. Desa-desa tersebut adalah Waturaka, Lutha Rato, Maneikun, Silawan, Nilulat, Oesoko, Napan, Tohe, Nita, Ngadu Olu, Loonuna, Tanamodu, Tanggedu, Duarato, Tagawiti, Lamawolo, Napu, Kifu, Alas, Fulur, dan Naekake A

Pemberian materi utama BIMTEK DBT 2017 dibantu dengan dua buah modul berupa Modul Petunjuk Penggunaan SIDEKA Desktop dan Modul Pemetaan Spasial. Kedua modul ini menjadi pegangan Penyuluh Terpilih selama pelaksanaan BIMTEK DBT 2017.

Adapun tujuan dari kegiatan BIMTEK DBT 2017 ini adalah:

  1. Memberikan pelatihan agar penyuluh terpilih memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi,
  2. Meningkatkan kapasitas penyuluh desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dan
  3. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Dr. Kaswanto, Selaku Tenaga Ahli dari Tim Studi PSP3, Kegiatan ini menjadi rintisan bagi desa-desa agar bersatu padu membentuk jaringan, bersatu padu saling membantu agar Indonesia menjadi negara kuat. Program Desa Broadband Terpadu (DBT) 2017 menjadi ujung tombak agar database desa memiliki akurasi yang baik dan diupdate secara berkala. DBT 2017 pada akhirnya akan menjadi basis data yang kokoh dan tangguh dalam mengatasi permasalahan yang muncul di perdesaan. Bantuan dan sasaran program dari pusat ke desa menjadi lebih terarah, sistematis dan aplikatif.

Tim Studi PSP3-LPPM IPB yang ditugaskan ke Kupang, beranggotakan enam orang. Mereka adalah Dr. Kaswanto, La Elson MSi, Sri Anom Amongjati S.Kpm, Tisha Alya Arifiani S.Kpm, Wulandari, MAgr.Sc dan Ridkia Eka. Mereka berenam mengemas kegiatan BIMTEK DBT 2017 secara komprehensif agar para Penyuluh Terpilih mendapatkan materi yang terbaik. Salah satu kegiatan yang diberikan adalah praktik penggunaan Global Positioning System (GPS) yang dipadu dengan penggunaan aplikasi penginderaan jauh (remote sensing)

Liputan & Foto : Alfons Karaen

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan