PELATIHAN LEMBAGA ADAT DESA LUTHARATO TAHUN 2018

Tema ” Pelatihan Lembaga Adat Desa Lutharato
Pengarahan Oleh Nai Adat Loona dan Duarato
Para Kapitan, Makleat dan Ketua Suku Serius Mendengar Pengarahan Dari Kedua Nai

Lutharato .desa. id Hari Senin, 28/05/2018 Di Gedung PAUD Leorai, Pemerintah Desa lutharato  menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat untuk membentuk satu lembaga adat. Wadah ini didirikan sebagai penjaga peradaban nilai luhur adat istiadat masyarakat Lutharato yang saat ini nampak tertindas oleh kaki zaman. Kepala Seksi Desa Lutharato memberi arahan penting perihal pentingnya keberadaan lembaga ini. Harapan ini tentu seirama dengan keinginan Kepala Desa Lutharato yang menginginkan lembaga tersebut segera berwujud. Pemerintah desa Lutharato dalam hal ini Kepala Desa tengah mencari satu mitra yang bisa menjadi gerbong penggerak untuk melestarikan dan mengembangkan adat Lutharato. Diharapkan lembaga adat Lutharato ini bisa menjadi obat ditengah krisis nilai luhur adat Lutharato di zaman ini. Jika tak disegerakan, kedepan warisan budaya leluhur kelak akan punah. Anak lutharato sebagai penerus generasi tak lagi kenal dengan adatnya. “Kalau ini tidak dibikin baik-baik, masa depan anak-anak kita tidak tau. Supaya anak-anak kita yang lahir di Atambua bisa tau. Mereka bisa jadi motornya induknya di Desa lutharato. Kalau bisa buku-buju resmi yang keluar tentang adat Lutharato seperti katoba bisa dari lembaga ini,” kata Agus Mali Mor ketika memberi arahan rapat pembentukan lembaga adat di Ruang aula kantor desa, Jumat (25/05/2018). Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah desa sudah mengalokasikan anggaran ditahun 2018 yang diperuntukan buat pendirian padang pengembalaan. Realisasinya saat ini sedang dilakukan. Lokasi yang bakal digunakan itu tengah berlangsung proses penimbunan. Tempat ini berdampingan dengan gedung eks. BPD (). Rapat yang didampingi langsung Nai loona (Agustinus Mali Mor) dan Nai Duarato ini berlangsung cukup sengit. Diskusi panjang dan debat tak terelakkan saat forum baru dibuka. Masing-masing tokoh masyarakat dan tokoh adat menyampaikan pokok-pokok pikirannya dalam forum. Perjalanan panjang diskusi akhirnya berujung. Peserta sepakat membentuk lembaga adat dan mengesahkan suatu peraturan lembaga adat tentang padang pengembalaan, Budaya kematian, belis. Peserta kemudian membentuk formatur yang terdiri dari tujuh orang. Pada saat itu juga tim formatur bekerja menentukan komposisi organisasi. Tercatat  ditunjuk sebagai ketua lembaga adat Ama Nai Loona (Agustinus Mali Mor), kemudian disusul dibawahnya Vetor(Yohanes Ati). Menariknya juga dewan penasehat tercantum nama Ama Nai Duarato (Yosef Mau Leon)sert Kapitan (Yosef Bere Tae) dan Suku-suku yang saling berhubungan (Tisinian Tak Nian) sebagai koordinator.

Editor & Dokumentasi : Alfons Karaen (Pandu Desa)

Berikut Susunan Suku Yang ada di desa Lutharato :

  1. Oes Gatal (Nai Loona)
  2. Lae Gatal (Vetor)
  3. Datok Laran
  4. Reu Rato
  5. Kaluk
  6. Monetomol
  7. Mali Gatal Reu Masak
  8. Sosowili Reu Masak
  9. Uhasir
  10. Julpor
  11. Dasi Gatal
  12. Simulu
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan