SOSIALISASI TENTANG BUDAYA GOTONG ROYONG DI DESA LUTHARATO KECAMATAN LAMAKNEN SELATAN

Camat Lamaknen Selatan (Yustinus Loko Bau, SE) Memberikan Sambutan
Peserta Sosialisasi Budaya Gotong Royong

Lutharato.Desa.id// Desa Lutharato adalah salah satu desa yang berbatasan langsung dengan negara demokratika Timor Leste yang berada di Kecamatan Lamaknen Selatan. Hari ini Selasa, 05/06/2018 mengadakan Acara yang sudah direncanakan hari sebelumnya yaitu Sosialisasi dengan Tema ” Budaya Gotong Royong” Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 – selesai, yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lutharato yang dihadiri oleh Camat Lamaknen Selatan (Yustinus Loko Bau, SE), Ama Nai Loona (Agustinus Mali Mor), Nai Duarato (Yosef Mau Leon), Kepala Desa Lutharato (Agustinus Lambertus Bere), Ketua Lembaga Adat (Bendiktus Oes), Para Aparat desa, Para Kepala Dusun, Para RT/RW serta Masyarakat Yang diutus. Berbicara Tentang Gotong royong kita tidak terlepas dari Bekerja sama yang dilakukan  banyak orang atau di sebut Bekerja sama-sama yang dilakukan oleh banyak orang artinya yang dilakukan lebih dari satu orang. Disela-sela kegiatan ini Camat Lamaknen Selatan (Yustinus Loko Bau, SE), Dalam Sambutannya Mengatakan “Berbicara Tentang Gotong royong Artinya Bekerja yang dilakukan bersama-sama oleh banyak orang bukan satu atau dua orang artinya kita tidak bisa hidup sendiri bila tidak dibantu oleh orang lain. Lebih lanjut Yustinus Mengatakan “Gotong royong ini juga bukan hanya kerja fisik saja melainkan menyangkut semua yang dilakukan dimasyarakat yang dilakukan bersama-sama”. Gotong royong ini sangat berguna apalagi kita yang berada di daerah pelosok seperti desa yang tidak dipengaruhi oleh budaya luar, Tandasnya. Lebih lanjut dipertegas lagi oleh Kepala Desa Lutharato (Agustinus Lambertus Bere) Dalam Sambutannya mengatakan Bahwa : “Berbicara Tentang Gotong royong berbicara pada semua Aspek dimana karena didalam kegiatan gotong royong bukan hanya kerja fisik saja melainkan menyangkut semua yang berhubungan apa yang dilakukan oleh masyarakat” . Agus Juga mengatakan bahwa : “Budaya gotong royong dizaman sekarang mulai berkurang karena sudah ada pengaruh dari teknologi dan pengetahuan yang semakin canggih oleh karena itu kita yang berada di pelosok jangan takut untuk mensosialisasikan budaya Gotong royong ini kepada anak dan cucu kita mulai dari Mereka masih kecil supaya jangan terpengaruh oleh IPTEK. Lebih lanjut dipertegas lagi oleh Ama Nai Loona Budaya Gotong royong (Agustinus Mali Mor), dalam sambutannya mengatakan : “Supaya anak cucu kita tidak mau dipengaruhi oleh IPTEK kita sebagai orang tua yang berada di pendidikan tingkat dasar  yaitu keluarga harus memberikan contoh kepada mereka supaya ditiru  dan dilakukan oleh mereka kelak dan tidak akan lupa semasa ia masih hidup. Tandas Mali Mor.

Budaya Gotong Royong ini di zaman sekarang mulai tidak nampak lagi karena dipengaruhi oleh budaya luar dan pengaruh Ilmu Pengetahuan dan teknologiyang semakin canggih dan modern. Oleh karena Kita yang berada di desa atau pelosok harus mempertahankan budaya nenek moyang yang sudah lama melekat di hati kita dan melakukan budaya gotong royong secara turun temurun, dari masa ke masa, tidak akan hilang.

Editor & Penyunting : Alfons Karaen (Pandu Desa)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan